» » Journalis Peduli Bencana Kab. Selayar Cari Korban KM. Marina Baru 2B


Barang-barang terdampar temuan dalam penyisiran Tim Potensi SAR dari Kelompok Komunitas Journalis Peduli Bencana Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan) 
 
IniKabar.com - Komunitas Journalis Peduli Bencana Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan kembali turun ke lapangan dan melakukan upaya penyisiran kawasan pesisir pantai yang dianggap rawan sebagai lokasi tempat terdamparnya barang-barang kiriman dari luar perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, termasuk benda-benda yang diduga memiliki keterkaitan dengan musibah laka laut.
Upaya penyisiran dilakukan tim tanggap darurat Komunitas Journalis Peduli Bencana menyusul informasi karamnya kapal motor Marina Baru 2B yang tenggelam di perairan Teluk Bone saat bertolak meninggalkan Pelabuhan Kolaka,Sulawesi Utara dengan tujuan Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi-Selatan.
Penyisiran diawali dari pesisir pantai sebelah barat kota Benteng yang selama ini kerap menjadi tempat terdamparnya barang-barang, maupun sampah kiriman dari kabupaten/kota tetangga. 
 Dari hasil penyisiran, ditemukan beberapa barang terdampar yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan musibah laka laut.  Meski belum bisa dipastikan, barang-barang temuan langsung dievakuasi dan diamankan ke darat.
Barang temuan dimaksud diantaraya : satu buah tas sandang anak-anak, satu buah bantal, dua buah topi sekolah dasar, satu buah map plastik warna biru yang pada bagian dalamnya, bertuliskan “Selasa, Pos IV 01”. 
Dari dugaan sementara, map plastik warna biru tersebut merupakan tempat penyimpanan dokumen pelayaran semisal surat-surat kapal, dan atau manifes penumpang.  Barang-barang temuan, saat ini diamankan di sekitar lokasi penemuan. (fadly syarif 


REDAKSI - www.inikabar.com - Blak Blakan

www.inikabar.com Media Informasi Dan Bisnis.Untuk kerjasama Publikasi,Press Release,Advertorial,Pasang Iklan silahkan hubungi via email ke inikabar@yahoo.co.id
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR ANDA