PEMERINTAHAN

VIDEO

HUKUM

BISNIS

POLITIK

HIBURAN

IKLAN BARIS

FOTO

» » BUYA YAHYA Ajak Umat Islam Saling Mengingatkan Dalam Kebaikan

INIKABAR.com , SURABAYA - Tidak sepantasnya seorang yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, ketika mendapati saudaranya seiman melakukan kesalahan, ia justru mengacuhkannya atau malah asyik menggunjingnya.

Sebaliknya, ia seharusnya menegur agar si pelaku menghentikan kemaksyiatan yang diperbuatnya atau membatalkan apa yang menjadi niat buruknya.

"Inilah yang diteladankan dan diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umat Islam; gemar mengingatkan saudara seiman yang melakukan keburukan agar berhenti, bukan justru menggunjingnya," tutur Buya Yahya saat menjadi pengisi Kajian Ilmiah, ba’da isya’, Selasa (31/05/2016) di Masjid Serang, Surabaya.

BUYA YAHYA pun melengkapi penjelasannya dengan memyetir salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari,

"Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.” Kemudian ada seseorang bertany tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim? Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.”

Sayangnya, ungkap pemilik nama asli KH. Yahya Zainul Ma’arif, yang terjadi di masyarakat saat ini, justru sebaliknya; ketika mendapati saudaranya melakukan kemaksyiatan, ia justru asyik menggunjingnya, bahkan terperosok kepada pengakuan diri bahwa ia lebih baik/sholeh ketimbang si pelaku dosa. 

"Jelas ini telah menyelisihi apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan mengarah kepada perilaku syaitan yang suka mengunggulkan dirinya atas makhluk lain (manusia)," terang BUYA YAHYA. 

Alumni Sarjana Fakultas Syariah dan Qonyun Al-Ahgaff University Yemen, ini juga menegaskan, bahwa sosok manusia muslim sesunggunya bukanlah dilihat dari rajinnya sholat lima waktu, selalu bersedekah, tilawah qur’an, puasa yang tidak pernah tertinggal saja, tapi ukuran iman itu juga bisa dinilai sejauhmana kepeduliannya melihat saudaranya salah melangkah, ia kemudian mampu mengingatkan  ketika melakukan kekeliruan.

 ”Nah, sekarang coba cek sejauh apa kesehatan iman kita? ketika tetangga kita salah melangkah hati kita tidak terenyuh, hanya bisa diam saja, berarti yakinlah, bahwa ada persoalan dengan keimanan kita”, tegasnya.


Di akhir acara, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, Jawa Barat ini mengajak para hadirin untuk senantiasa mendoakan kebaikan saudara sesama mukmin, bukan malah mencaci atau meremehkan mereka.

 “ Jangan gunjing mereka, ajak dalam kebaikan, tidak ada hubungan saling merendahkan”, pesan ulama asal Blitar ini. */kiriman berita : Andre Rahmatullah (hariyantoandre21@gmail.com)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply