PEMERINTAHAN

VIDEO

HUKUM

BISNIS

POLITIK

HIBURAN

IKLAN BARIS

FOTO

» » Dianggap Membahayakan Warga Bekasi Protes Pemasangan Pipa Gas

Para pengendara, baik roda empat maupun dua di jalan negara Kecamatan Cikarang Barat merasa terganggu dengan adanya penggalian untuk pipa gas milik perusahaan gas negara (PGN)
INIKABAR.com , BEKASI – Penggalian untuk pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) diprotes warga Kecamatan Cikarang Barat dan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Protes warga dipicu, galian untuk pipa gas tersebut, dianggap merusak jalan dan mengganggu akses jalan negara. Parahnya, proyek galian pipa gas tersebut, tidak ada koordinasi atau surat pemberitahuan kepada masyarakat di dua kecamatan tersebut.

Salah seorang warga Cikarang Barat, Jajat Sudrajat merasa kaget dan meminta bertemu pihak pelaksana proyek, untuk menjelaskan maksud tujuan penggalian tersebut.

Dirinya kesal, lantaran penggalian tersebut, bukan saja mengganggu akses jalan negara, akan tetapi proyek galian pipa tersebut, menutup saluran air warga sehingga rentan menimbulkan banjir saat hujan deras turun.

“Kami setuju dengan proyek ini, karena milik pemerintah. Tapi tolong koordinasi lebih dulu dan ada pemberitahuan lebih dulu. Jelas ini mengganggu dan sedikit merusak fasilitas umum,” kata Ajat, kepada Kabar1.net, Senin (26/9/2016).

Di tempat yang sama, salah satu pejabat di Kecamatan Tambun Selatan pun mengeluhkan akibat adanya penggalian pipa gas tersebut. Pasalnya, akibat penggalian pipa tersebut, dirinya sedikit diprotes warga.

Ia mengatakan, proyek penggalian pipa gas milik PGN tersebut, tidak ada pemberitahuan dari pihak yang berkepentingan. Sehingga, warga pun merasa kaget dan tidak tahu jika akses jalannya itu sedang ada penggalian pipa gas.

“Jika pihak pelaksana proyek itu memberitahukan bahwa akan ada penggalian pipa gas, pihak kecamatan pun tidak melarang. Karena proyek galian tersebut program pemerintah. Tapi yah harus ada tata kramanya lah, masa iya langsung gali saja. Kalau begini, jadi siapa yang tanggungjawab,” katanya.

Bahkan warga Kecamatan Cikarang Barat dan Tambun Selatan, meminta pemasangan pipa gas milik PGN dipindah, karena pemasangan pipa di jalan umum dianggap membahayakan masyarakat.

"Warga takut, karena banyak rumah," kata Jaelani, salah satu masyarakat Tambun Selatan.

Menurut dia, kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sebabnya, jalur yang bakal dipasang pipa tersebut cukup padat kendaraan sedangkan lebar jalan hanya empat meter, apalagi kerap dilalui kendaraan besar.

"Khawatirnya ketika sudah beroperasi malah pecah, dan membahayakan warga," kata dia.

Jaelani mengatakan, pipa yang bakal dipasang tersebut memiliki panjang sekitar 20 kilometer. Membentang dari selanjang jalan negara mulai dari Kabupaten Bekasi sampai Kota Bekasi. "Sebagian sudah dipasang," katanya.

Pipa yang sudah terpasang berada di sepanjang jalan negara, Kecamatan Cikarang Barat dan Tambun Selatan, namun mendapatkan protes warga. "Kami minta dibatalkan, dan mencari jalur alternatif," katanya.

Dia sangat mendukung program pemerintah. Namun demikian, tak serta merta perusahaan yang mengatasnamakan negara asal memasang pipa gas. "Kami juga bagian dari negara, kami juga punya hak memprotes," tambahnya.

Dihubungi terpisah, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, menjelaskan pihaknya akan memanggil Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air setempat. "Yang memberikan izin pemerintah," kata dia.

Dewan akan mengklarifikasi perihal izin penanaman pipa di badan jalan itu. Pihaknya juga akan melakukan kajian terhadap izin tersebut, apakah perusahaan memasang sesuai dengan perizinan atau tidak, serta apakah izin yang dikeluarkan merugikan masyarakat. (dun)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply