PEMERINTAHAN

VIDEO

HUKUM

PENDIDIKAN

POLITIK

HIBURAN

IKLAN BARIS

FOTO

» » Dinas PUPR Gelar Bussines Meeting Koordinasi Kegiatan Proyek Tahun 2017‎

INIKABAR.com , SUBANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama para pemenang lelang penyedia konstruksi, pengusaha beton dan hotmik, dan camat menggelar acara Bussines Meeting Koordinasi Kegiatan Proyek,Tahun Anggaran 2107 di Aula Gedung Mulya, Jl. Pelabu han No. 70 Sukamelang Subang Jawa Barat.

Hadir dalam acara itu Bupati Subang Hj. Imas Aryumingsih, Kepala Dinas PUPR Besta Basuki, Kapolres Subang AKBP Yudhi Sulistianto Wahid, Kepala Kejaksaan Negeri Subang Chandra Yahya We llo, Ketua DPRD Subang Beni Rudiono dan pengawas PUPR.


Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membangun sebuah koordinasi yang baik, dilanjutkan pembacaan dan penandatanganan ikrar penyedia jasa konstruksi produsen beton dan hotmik yang isinya akan melaksanakan proyek tepat waktu, tepat mutu dan kwantitas, akan mematuhi intruksi peng guna jasa dan tidak akan melakukan pelanggaran.


Bupati Subagn Hj. Imas Aryumnungsih berpesan agar proyek segera dipercepat sesuai ikrar. Hal tersebut tentunya demi percepatan program Ga pura Intan (infrastruktur berkelanjutan) terutana mengenai perbaikan jalan,


“Kita berharap, khususnya kepada PPK, pengawas dan Bank agar tidak manja dan ngeyel, dalam pelayanannya harus berikan pelayanan ekstra,” kata Imas kepada wartawan, Senin ( 4/9/2017‎).


Hj.Imas,jujur mengakui tahun ini pelaksanaan proyek ada keterlambatan, kendati demikian pihak Bank ketika penyedia jasa membutuhkan uang segera bisa di berikan.

“Pelayan juga harus di percepat misal dengan menambah SDM Banknya juga seluruh PNS yang ada dibidang ini juga memberikan pelayan ektra,” tambahnya.


Beliau juga meminta kepada semua pihak untuk bekerja dengan tulus, karena yakin dengan ikhlas pembangunan akan mulus baik administrasi dan pelaksanaan sehingga benar-benar dapat dinikmati masyarakat Kabupaten Subang.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR, Besta Basuki mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan ma salah yang sering timbul saat proyek jalan bisa diatasi.

“Harus ada penekanan agar tidak ada lagi permin taan dari karangtaruna, penambahan air oleh penyedia pada campuran beton yang berakibat retak, penaikan harga, perawatan yang kurang mak simal dan masih ada pembetonan pada siang hari sehingga terjadi retak,” katanya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kajari, Kapolres, Ketua DPRD, Dandim , Tim TP4D, bank BJB dan BPJS Ketenaga Kerjaan. (Deny Suhendar)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply