Sat Res Narkoba Polrestro Bekasi Ungkap Peredaran Gelap Obat Daftar G dan PCC

author photo
INIKABAR.com , KABUPATEN BEKASI - Jajaran Polres Metro Bekasi dipimpin Wakapolrestro Bekasi AKBP Putu Putera Sadana,  SIK,  MHum, MM,  Kasat Res Narkoba Kompol Ahmad Fanani Eko Prasetyo,  SIK dan Rahmadi dari Dinas Kesehatan/BPOM Kabupaten Bekasi. 

Press Release dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 22 September pukul 10.30 WIB di Lobby Polrestro Bekasi dengan agenda *PRESS RELEASE
HASIL OPERASI GABUNGAN TERHADAP PEREDARAN OBAT-OBATAN DAN BAHAN BERBAHAYA
TERKAIT MARAKNYA PEREDARAN OBAT BERBAHAYA JENIS “PCC”*

*1. Waktu Pengungkapan :*
*_Dilaksanakan pada hari Senin, 18 September 2017._*

*2. TKP :*
a. *APOTIK E,* Jl. Industri Kp. Kongsi Kel. Cikarang Utara Kab. Bekasi
b. *TOKO OBAT C.U,* Jl. Ki Hajar Dewantara Desa Karang Asih kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi
c. *TOKO S.C,* Kp. Alhidayat Desa Waluya Kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi

*3. TERSANGKA : 6 (enam) Orang*
a. E.S Toko Obat C.U (P, Swasta)
b. H.S Apotik E ( L, Swasta )
c. P.E Apotik E ( L, Swasta )
d. K Apotik E ( P, Swasta )
e. E.P Apotik E ( P, Swasta )
f. Y.C Toko Obat S.C ( P, Swasta )

*4. Hasil Yang Dicapai :*
Kegiatan P4GN berupa Operasi Gabungan POLRI bersama instansi terkait dalam hal ini DINKES dan BPOM
bertujuan guna mencegah dan menekan ruang gerak penyalahgunaan dan peredaran gelap obat-obatan berbahaya terkait maraknya penyalahgunaan obat-obatan berbahaya yang dikenal dengan istilah “PCC” di masyarakat luas, khusus nya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi. Berdasarkan hal tersebut POLRI dalam hal ini Polres Metro Bekasi diwakili oleh Sat Resnarkoba bersama instansi terkait melakukan upaya Preemtif dan Preventif berupa razia obat-obatan dan bahan berbahaya lainnya di apotik-apotik dan toko obat yang tidak memiliki izin di wilayah hukum Polres Metro Bekasi, dengan hasil sebagai berikut :

a. *APOTIK E* dengan hasil temuan sebagai berikut :
1) Jamu yang diduga tidak memiliki ijin edar dan mengandung BKO ( Bahan Kimia Obat ). 
2) Tidak Memiliki SIPA ( Surat Izin Apoteker ).
3) Obat Keras ( obat dengan label terdaftar G ) dari berbagai merek.

_Selesai pelaksanaan kegiatan dilanjutkan dengan penyitaan barang bukti dari apotek tersebut._

b. *TOKO OBAT C.U* dengan hasil temuan sebagai berikut :
1) Obat Keras ( obat dengan label G ) dari berbagai merek.
2) Obat racikan yang diracik tanpa standard yang memenuhi aturan dan tanpa adanya apoteker.
3) Obat Cina yang tidak memiliki izin edar dan tidak mencantumkan bahasa Indonesia.

_Selesai pelaksanaan kegiatan dilanjutkan dengan penyitaan barang bukti dari toko obat tersebut._

c. *TOKO OBAT S.C* dengan hasil temuan sebagai berikut :
1) Masa berlaku izin toko sudah habis.
2) Obat Keras ( Obat dengan Label terdaftar G ), dari berbagai merek.
3) Jamu yang diduga tidak memiliki izin edar dan mengandung BKO ( Bahan Kimia Obat ).

_Selesai pelaksanaan kegiatan dilanjutkan dengan penyitaan barang bukti dari toko obat tersebut._

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk melindungi, menjaga dan menciptakan situasi yang kondusif di masyarakat yang berada di wilayah Polres Metro Bekasi dari pengaruh buruk persebaran obat-obatan berbahaya yang saat ini dikenal dengan nama “PCC”.
Baca Juga : 

Lampaui Kewenangan Mendagri Bupati Bekasi Dilaporkan ke Ombudsman

*_Hasil Operai Peredaran Obat-obatan dan Bahan Berbahaya :_*
*A. Toko Obat S.C :*
1) Obat ACYCLOVIR 400 mg sebanyak 80 Tablet / pil. 
2) Obat NEURALGIN sebanyak 120 Tablet / pil. 
3) Obat LANADEXON sebanyak 80 Tablet / pil
4) Obat ACYCLOVIR 200 mg sebanyak 89 Tablet / pil. 
5) Obat MECOBALAMIN 500 µg sebanyak 90 Tablet / pil
6) Obat DEXAHARSEN sebanyak 50 Tablet / pil
7) Obat IRGAPAN sebanyak 100 Tablet / pil. 
8) Obat ALLOPURINOL 300 mg sebanyak 90 Tablet / pil. 
9) Obat LOPAMID sebanyak 70 Tablet / pil
10) Obat INADOXIN FORTE sebanyak 60 Tablet/ pil. 
11) Obat AMOXSAN 500 sebanyak 30 Tablet / pil
12) Obat DEXA M sebanyak 370 Tablet / pil
13) Obat LERZIN CETIRIZINE 2 HCI sebanyak 90 Tablet / pil. 
14) Obat ESTALEX sebanyak 50 Tablet / pil. 
15) Obat PYRAZINAMIDE sebanyak 100 Tablet / pil. 
16) Obat CAPTOPRIL sebanyak 130 Tablet / pil. 
17) Obat NUFADEX sebanyak 30 Tablet / pil
18) Obat STARQUIN 500 sebanyak 30 Tablet / pil. 
19) Obat GRATHAZON sebanyak 30 Tablet / pil
20) Obat PRONICY sebanyak 50 Tablet / pil
21) Obat CIPROFLOXACIN sebanyak 110 Tablet / pil.
22) Obat OTOPAIN sebanyak 1 botol
23) Obat DOLOFEN F sebanyak 20 Tablet / pil
24) Obat RENADINE sebanyak 50 Tablet / pil. 
25) Obat ERLAPECT AMBROXOL HCI sebanyak 4 botol. 
26) Obat DEXTEEM PLUS sebanyak 60 Tablet / pil.
27) Obat NIFEDIPINE sebanyak 100 Tablet / pil. 
28) Obat ASAM MEFENAMAT sebanyak 80 Tablet / pil
29) Obat KADITIC sebanyak 60 Tablet / pil
30) Obat ETHAMBUTOL HCI sebanyak 100 Tablet / pil. 
31) Obat PIROXICAM sebanyak 90 Tablet / pil. 
32) Obat NEUROPYRON V sebanyak 30 Tablet/ pil. 
33) Obat ANASTAN FORTE sebanyak 100 Tablet / pil.
34) Obat INCIDAL OD sebanyak 80 Tablet / pil
35) Obat TRIFASTAN sebanyak 86 Tablet / pil.
36) Obat BIOPLACENTON sebanyak 1 botol. 
37) Obat ANTALGIN sebanyak 80 Tablet / pil
38) Obat LOKEV OMEPRAZOLE sebanyak 40 Tablet / pil
39) Obat OMEGESIC sebanyak 50 Tablet / pil. 
40) Obat AMPICILLIN sebanyak 80 Tablet / pil. 
41) Obat PRIMADEX FORTE sebanyak 80 Tablet / pil.
42) Obat OPISTAN MEFENAMIX ACID sebanyak 30 Tablet / pil.

*B. Toko Obat C.U :*
1). 200 Tablet Omeroxol 
2). 200 Tablet Salbutamol
3). 580 Tablet Captopril 25 mg
4). 310 Tablet Captopril 12,5 mg
5). 230 Tablet Digoxin 
6). 160 Tablet Farmoten
7). 150 Tablet Ambroxol
8).180 Tablet Salbutamol
9). 150 Tablet Lasal 4 mg
10). 280 Tablet Isosorbide
11). 80 Tablet Furosemide
12). 80 Tablet Nairet
13). 100 Tablet Nifedipine
14). 62 Tablet Lasix
15). 270 Tablet Ampicillin
16). 170 Tablet Lostacef
17). 380 Tablet Chloramphenicol
18). 120 Tablet Dexycol
19). 140 Tablet Cefadroxyl
20). 250 Tablet Suprahiotic
21). 170 Tablet Clindamycin
22). 500 Tablet Ciprofloxacin 23). 312 Tablet Lancomycin
24). 100 Tablet Nichomycin
25).24 Tube Acyclovir
26). 8 Tablet Stugeron
27). 50 Tablet Voltadex
28). 60 Tablet Daonil
29).100 Tablet Faxiden „20
30). 200 Tablet Gludepatic
31). 30 Tablet Amlodipine
32) 900 Tablet Glimeperide
33). 200 Tablet Metformin
34). 320 Tablet Lofamid
35). 1130 Tablet Gliben damide
36). 860 Tablet Merislon
37). 270 Tablet Stugeron
38). 120 Tablet Mertigo
39). 70 Tablet Frego 5 mg
40). 70 Tablet Frego 10 mg
41). 100 Tablet Xiltrop
42). 20 Tablet Novachlor
43). 210 Tablet Etamox
44). 600 Tablet Vastigo
45). 156 Tablet Ondansetron 8 mg
46). 280 Tablet Ondansetron 4 mg
47). 70 Tablet Neurosanbe plus
48). 210 Tablet Omefrazole
49). 650 Tablet Histigo
50). 650 Tablet Irgapan
51). 610 Tablet Ibuprofen
52). 514 Tablet Albendazole
53). 316 Tablet Pirantel
54) 1045 Tablet Novalgin
55). 830 Novalgin
56) 1000 Voltadex 
57) 1000 Kemorin
58) 180 Alofat
59) 50 Omeri C
60) 680 Natrium Diklofenan
70) 100 alofoninol
71) 300 Alofoninol
72) 390 Neuro ATP
73) 6 Flexiden
74) 4 Piro Fcl 
75) 10 Flamer
76) 457 Scopma Plus
77) 300 Bunofa
78) 60 Solatim
79) 10 Cotaflam
80) 50 Chloramfenicol
81) 40 Amoxal
82) 230 Levo Floxacin
Baca Juga : 

Ricuh,Oknum Damkar dan Oknum Satpol PP Cederai Kebebasan Pers di Bumi Tanadoang

*C. Apotik E :*
1) Obat Kapsul Asam Urat (TCU) sebanyak 17 Box. 
2) Obat ANTANAN sebanyak 11 Box.
3) Obat ASMULIN sebanyak 5 Box
4) Obat MONTALIN 10 Box. 
5) Obat MECOBALAMIN 500 µg sebanyak 90 Tablet / pil
6) Obat TRISMA sebanyak 80 Box. 
7) Obat GODONG IJO sebanyak 9 Box. 
8) Obat TAWON LIAR 6 Box.
9) Obat TOP JAYA SAKTI sebanyak 4 Box. 
10) Obat TISSUE SUPE MAGIC sebanyak 3 Box. 
11) Obat URAT MADU sebanyak 1 Box
12) Obat KOPI CLENG sebanyak 5 Sachet. 
13) Obat SULAMI sebanyak 12 sachet. 
14) Obat SPIDER sebanyak 1 Box. 
15) Obat FLUCINONDE sebanyak 3 Box. 
16) Obat LASMI sebanyak 1 Box. 
17) Obat ASSALAM sebanyak 1 Box
18) Obat PEHATRIM FORTE sebanyak 9 Strip. 
19) Obat VAXIDEN PIROXICAM sebanyak 20 Strip.

*_Dengan jumlah total barang bukti yang disita dari Toko Obat S.C, Toko Obat C.U dan Apotik E berjumlah lk 35.000 (tiga puluh lima ribu) butir Obat - obatan._*

*Kasus memproduksi atau mengedarkan sediaan Farmasi dan/atau Alat Kesehatan yang tidak memenuhi standar
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 dan 198 Undang - Undang Republik Indonesia No. 36 Th. 2009* dapat 
dikenakan dengan ancaman *_hukuman penjara maksimal 10 (sepuluh) tahun penjara dan Denda Sebesar 1 (satu) Miliyar Rupiah._*(Agus Radio MPI)

Laporan Agus Yusbiyadi dari Bekasi Jawa Barat

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement