» » Rudi Menduga Meikarta Disiapkan untuk Orang Asing


R Rudi Gunadi
Laporan : Dudun Hamidullah dari Bekasi Jawa Barat

INIKABAR.com , JAWA BARAT - Meikarta tiba-tiba menjadi kosa-kata yang menghebohkan belakangan ini. Meikarta dipersepsikan sebagai sebuah kota raksasa yang tiba-tiba muncul di daerah Cikarang, menempati luas areal tak kurang 22 juta meter persegi untuk pembangunan tahap pertama saja, luar biasa.
Iklan Meikarta pun gila-gilaan. Dalam dua bulan terakhir, Meikarta gencar melakukan promosi di media massa baik televisi, koran, media online, maupun radio. Baliho, spanduk, bahkan booth di tempat-tempat publik seperti hotel, mal, bahkan rumah sakit juga tersebar di wilayah Jabodetabek, khususnya Bekasi, sebagai wilayah pembangunan megaproyek anak perusahaan Lippo Cikarang, PT Mahkota Sentosa Utama tersebut.
Grafik pengiklanan Meikarta di stasiun televisi melalui lembaga pemantauan iklan produk adstensity, dan ditemukan pengiklanan atas nama Meikarta Apartment berada di posisi tertinggi pengiklanan minggu ini. Terhitung sejak 23 Agustus 2017 hingga 29 Agustus 2017 lalu, iklan Meikarta berjumlah sebanyak 353 kali penayangan di 10 stasiun televisi nasional.
Bila dikalkulasikan, terlihat minimal sekitar 50 kali penayangan iklan Meikarta di 10 stasiun televisi tersebut atau masing-masing televisi menayangan sekitar lima kali iklan per hari.
Namun, di balik gencarnya pengiklanan dan promosi yang dilakukan Meikarta, perizinan pembangunan kota baru tersebut masih belum jelas kepastiannya.
Proyek perumahan konon terbesar dan termegah se Asia Tenggara ini, digagas oleh bos Lippo Group James Riady, anak konglomerat Mochtar Riady. Konon sudah dirancang sejak 2014, kawasan Meikarta seluas 2.200 hektar terletak di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kompleks Meikarta direncanakan membangun 400.000 unit rumah, dengan kapasitas hunian mencapai 2 juta jiwa.
Meikarta konon akan mempunyai berbagai fasilitas kompleks perumahan modern, 100 unit gedung pencakar langit, 7 buah pusat perbelanjaan (7 super-mal), 10 hotel internasional bintang lima, 100 SD Internasional, 50 SMP dan SMA Nasional. Tentu tak ketinggalan rumah sakit internasional, pusat keuangan-perbankan internasional, Perpustakaan Nasional, Pusat Theathre and art Center, dan berbagai fasilitas wah lainnya.
Jadi, Meikarta ini sebenarnya disiapkan untuk siapa? Rasanya tak mungkin bahwa penghuni kota baru tersebut adalah kita-kita yang berpenghasilan pas-pasan. Untuk mengisi 2 juta penduduk dalam satu kota, sangat sulit membayangkan itu berlangsung secara alami seperti proses urbanisasi atau pembelian rumah secara konvensional oleh orang perorang.
Membaca berita terkait Kota Meikarta, kesan pertama begitu terpesona berlanjut khawatir akan kota ini merupakan salah satu sarana ekspansi besar-besaran pendatang asing di negeri ini. Mirip-mirip reklamasi.
Jika sempat membuka-buka halaman di sejumlah media cetak nasional, dalam beberapa pekan terakhir, Anda akan mendapati iklan besar-besaran penjualan apartemen di kota Meikarta. Begitu juga jika berkunjung ke mal-mal yang dimiliki oleh Lippo Group, Anda malah akan mendapati counter penjualan kota Meikarta.
Promosi kota yang akan dibangun oleh kelompok usaha milik taipan James Riady itu sangat gencar. Di harian Kompas mereka memasang iklan display dua halaman berwarna. Sementara di harian Media Indonesia (22/5/2017), bahkan sampai lima halaman berwarna.
Desain, visual dan promosi yang dijanjikan sangat menarik. Inilah sebuah kota di Cikarang, Bekasi, kawasan yang tengah berkembang pesat dan dijanjikan akan menjadi kota paling modern, terindah dengan infrastruktur terlengkap di Asia Tenggara,
“Apabila dipasarkan secara konvensional untuk penduduk pribumi, saya rasa sampai 20 tahun kedepan 400 ribu hunian yang ada belum tentu akan terjual sehingga akan merugikan pengusaha yang menggelontorkan dana sejumlah Rp278 triliun ditambah biaya pembebasan lahan 2.200 hektare,” kata R Rudi Gunadi, dari Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Gerakan Rakyat Sadar Hukum Indonesia (LABH-GRASHI).
Oleh karena itu, menurut R Rudi Gunadi, dibalik pembangunan kota super mewah Meikarta ini, tidak tertutup kemungkinan untuk mengisi penduduk Kota Meikarta yang berjumlah 2 juta jiwa harus dengan cara terorganisir. (ingat wacana Dwi Kewarganegaraan yang lagi promosi dan undang-undang yang membolehkan asing memiliki property di Indonesia).

Kereta Api Cepat
Apalagi bila dikaitkan dengan proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang dimulai dengan kontroversi tarik menarik kepentingan (Meikarta lintasan Kereta Api Cepat itu), sungguh sangat menyedihkan bila kita berpikir kebelakang terkait pembiayaan proyek Kereta Api Cepat dengan menggunakan dana pinjaman dari Bank CDB RRC.
“Kita minjam uang dari RRT untuk membangun Kereta Api Cepat yang konon menurut beberapa ahli tidak terlalu dibutuhkan karena telah memiliki 2 ruas tol yang menghubungkan Jakarta-Bandung. Belakangan baru terungkap bahwa jalur Kereta Api Cepat itu akan masuk ke Kota Meikarta milik Taipan asing,” ketus R Rudi Gunadi.
“Alangkan sedihnya kita pewaris bumi pertiwi ini hanya dapat menonton tanpa berdaya menyaksikan pengusaha membangun kota baru milik pribadi seperti membangun di wilayah tak bertuan,” R Rudi Gunadi menambahkan.
Bukan hanya itu yang dijanjikan oleh Lippo. Kawasan seluas 500 hektar itu juga terhubung dengan berbagai moda transportasi yang kini tengah dibangun pemerintah, antara lain Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.
Belum lagi sederet fasilitas seperti pembangunan Patimban Deep Seaport, pembangunan Bandara Internasional Kertajati, dan pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek Elevated Higway. Siapa yang tidak tergiur?
Media memberitakan ketika dilakukan penjualan perdana pada 13 Mei di Orange Country Lippo Cikarang, para calon pembeli dating berduyun-duyun. Tapi jangan dulu buru-buru memutuskan membeli sebelum sepenuhnya mendapatkan dan memahami informasi produk yang akan Anda beli.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar mengaku terkejut ketika mengetahui Lippo Group sudah memasarkan “kota baru” tersebut. Berdasarkan data dari Provinsi Jabar, Meikarta belum mempunyai izin. Dalam tata ruang provinsi, “kota” tersebut juga tidak ada dalam perencanaan.
Pemprov Jabar mempunyai rencana tata ruang berupa pembangunan kota Metropolitan Bogor-Depok-Bekasi-Karawang dan Purwakarta (Bodebekarpur) untuk mengimbangi pertumbuhan Jakarta.
Selain itu, kata Deddy Mizwar, Lippo telah melanggar dua hal, yaitu belum tersedianya izin untuk memenuhi persyaratan pembangunan kawasan, dan Lippo secara terang-terangan telah memasarkan ribuan hunian yang masih fiktif karena belum adanya bangunan fisik dan perizinan pembangunan.
“Jadi bagaimana mungkin tiba-tiba muncul ‘kota raksasa’ Meikarta? Ini sungguh sebuah “keajaiban” baru di pinggiran paling timur Kabupaten Bekasi. Sebuah proyek raksasa senilai Rp278 triliun dan merupakan proyek terbesar sepanjang 67 tahun sejarah berdirinya Lippo, tiba-tiba bisa menyembul begitu saja dari muka bumi. Diperlukan sebuah kepiawaian sulap tingkat super tinggi untuk mewujudkannya,” tandas R Rudi Gunadi kepada inikabar.com.
Sementara itu, CEO Meikarta Ketut Budi Widjaja mengakui bahwa saat ini Meikarta hanya memiliki 84 ha lahan yang telah mengantongi izin. Namun, ia menepis anggapan bahwa lahan seluas 500 Ha yang digemborkan Meikarta adalah pembohongan publik.
Ketut beralasan, pembangunan Meikarta memang tidak dilakukan secara sekaligus, tapi secara bertahap hingga nantinya mencapai luas 500 Ha.
Sedang Direktur Komunikasi Lippo Group Danang Kemayan Jati mengatakan, saat ini Meikarta sedang mengajukan izin prinsip, pembangunan, IMB, dan Amdal, yang menjadi alasan belum dimulainya proses pembangunan hingga kini.
Dalam dunia properti, kata dia, memang dikenal istilah pre-project selling, alias produk properti dijual sebelum pembangunan, mengingat proyek hunian Meikarta sudah dipasarkan meski belum ada acara seremoni groundbreaking karena persoalan izin tadi.

REDAKSI - www.inikabar.com - Blak Blakan

www.inikabar.com Media Informasi Dan Bisnis.Untuk kerjasama Publikasi,Press Release,Advertorial,Pasang Iklan silahkan hubungi via email ke inikabar@yahoo.co.id
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post