» » "Telisik" Gus Tunggak : Bakamla Sebagai NU Cabang Maritim



INIKABAR.com - Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) bermetamorfosis menjadi Badan Keamanan Laut (Bakamla). Badan yang bertugas sebagai Indonesia coast guard ini, diharapkan dapat membantu tugas pelaku keamanan dan kegiatan operasi keamanan di laut  Indonesia._ 

Staf Khusus Bakamla, H. Budi Kasan Besari, SH., CLA mengatakan, eksistensi perubahan nama Bakorkamla menjadi Bakamla sudah efektif berjalan sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 32 tahun 2014 tentang Kelautan, Kedudukan Bakamla kemudian diperkuat lagi dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut, terang aktivis muda ormas Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama. 

Diakunya bahwa keberadaan Bakamla selama ini kurang diketahui public karena banyak berkutat di wilayah kelautan. Padahal, keberadaannya sudah cukup lama dan fungsinya sudah dijalani sejak tahun 1972 melalui Keputusan Bersama Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Menteri Kehakiman, dan Jaksa Agung, Nomor : KEP/B/45/XII/1972; SK/901/M/1972; KEP.779/MK/III/12/1972; J.S.8/72/1;KEP-085/J.A/12/1972 tentang Pembentukan Badan Koordinasi Keamanan di Laut dan Komando Pelaksana Operasi Bersama Keamanan di Laut.

Dalam rangka meningkatkan koordinasi antar berbagai instansi pemerintah di bidang keamanan laut, Bakorkamla berganti nama menjadi Badan Keamanan Laut (Bakamla) pada tahun 2014, ungkapnya. Pergantian nama ini berdasarkan serangkaian seminar dan rapat koordinasi lintas sektoral yang dilakukan sejak tahun 2005.

Lelaki yang akrab disapa Gus Tunggak ini mengatakan, dalam fungsinya Bakamla menjaga keamanan laut Indonesia, antara lain melaksanakan penjagaan, pengawasan, pencegahan, dan penindakan pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

Selain itu Bakamla menyinergikan dan memonitor patroli perairan oleh instansi terkait. Termasuk memberikan bantuan pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia, jelasnya.

Wewenang Bakamla, lanjutnya, seperti tertuang dalam isi Perpres Nomor 178 Tahun 2014, antara lain melakukan pengejaran seketika, memberhentikan, memeriksa, menangkap, membawa, dan menyerahkan kapal yang dicurigai melanggar hukum ke instansi terkait yang berwenang untuk diproses hukum lebih lanjut. 

Pembentukan Bakamla menandakan era baru sinergitas operasi keamanan laut yang didukung Sistem Peringatan Dini dan Unit Penindakan Hukum terpadu, tegas Gus Tunggak. Sejalan dengan keberadaannya, Gus Tunggak menilai Bakamla pantas disebut sebagai NU cabang maritim.

Menyinggung konflik bangsa Israel dengan bangsa Palestina yang berlanjut dengan ditetapkannya Yerussalem sebagai ibukota Israel, Gus Tunggak menyampaikan isyarat akan adanya ancaman Tuhan. "Tuhan akan murka terhadap kekejaman bangsa Israel terhadap bangsa Palestina dan murkanya Tuhan seperti yang pernah menimpa kaum dan suku-suku bangsa yang pernah dihancurkannya," terang Gus Tunggak.
 
Dia menegaskan bahwa kekejaman bangsa Israel terhadap bangsa Palestina merupakan ujian bagi seluruh umat manusia dan umat - umat beragama di dunia. "Konflik Israel Palestina merupakan tugas kita semua untuk menegakkan kebenaran memperjuangkan keadilan dan agama Allah karena kita adalah kholifah-kholifah Nya di muka bumi ini. Jadi tidak perlu ada HTI dan permasalahan Israel itu tugas kita karena itu Israel masih ada," tegasnya seraya menambahkan kaum-kaum yang pernah dihancurkan Tuhan itu tercatat dalam sejarah dunia beberapa abad silam. 

Adapun beberapa kaum yang dihancurkan Tuhan terhadap pada masa khilafah kenabian, diantaranya :

 *Kaum Nabi Nuh* 
Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh (QS Al-Ankabut : 14).

 *Kaum Nabi Hud* 
Nabi Hud diutus untuk kaum 'Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (QS Attaubah: 70, Alqamar: 18, Fushshilat: 13, Annajm: 50, Qaaf: 13).  *Kaum Nabi Saleh* 
Nabi Saleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membunuh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka (QS ALhijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12).

 *Kaum Nabi Luth* 
Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri (QS Alsyu'araa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12).

 *Kaum Nabi Syuaib* 
Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa (QS Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44).

Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah) (QS AlHijr: 78, Alsyu'araa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14).
 *Firaun* 

Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun malah mengaku sebagai tuhan. Ia akhirnya tewas di Laut Merah dan jasadnya berhasil diselamatkan. Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92).

 *Ashab Al-Sabt* 
Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina (QS Al-A'raaf: 163).

 *Ashab Al-Rass* 
Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (adapula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur sehingga mereka dibinasakan Allah (Qs Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12).

 *Ashab Al-Ukhdudd* 
Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman diceburkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yanga tengah menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT (QS Alburuuj: 4-9).

 *Ashab Al-Qaryah* 
Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (QS Yaasiin: 13).

 *Kaum Tubba'* 
Tubaa' adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah bendungan air (QS Addukhan: 37).

 *Kaum Saba* 
Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan bendungan Ma'rib dengan banjir besar (Al-Arim) (QS Saba: 15-19).  
(Agus Radio MPB)

REDAKSI - www.inikabar.com - Blak Blakan

www.inikabar.com Media Informasi Dan Bisnis.Untuk kerjasama Publikasi,Press Release,Advertorial,Pasang Iklan silahkan hubungi via email ke inikabar@yahoo.co.id
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post