PEMERINTAHAN

VIDEO

HUKUM

BISNIS

POLITIK

HIBURAN

IKLAN BARIS

FOTO

» » Kantin Jempol dan Diversifikasi Usaha Berbingkai Harapan di Lapas Cikarang


INIKABAR.com , JAWA BARAT - Kalapas Kelas III Cikarang Kadek Anton Budiharta, AMd, IP, SH, MSi., dengan gamblang menjelaskan tentang Kantin Jempol dan diversifilasi usaha berbingkai harapan di Lapas Cikarang.

Pada galibnya Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) adalah rumah untuk pendidikan manusia yang salah jalah agar patuh kepada hukum dan berbuat baik.

Bahwasannya salah satu permasalahan yang dihadapi Lapas Cikarang bagaimana mengisi waktu luang warga binaan atau penghuninya yang sebanyak 1487 menjadi  orang yang memiliki bekal untuk penghidupan yang lebih baik dilambari oleh kegiatan yang efektif dan efisien serta menarik minat para warga binaan.

Tambah Kadek,  para warga binaan di Lapas Cikarang saat ini juga sudah terbantu dengan kehadiran "Kantin Jempol" di setiap Blok. Kantin Jempol adalah kantin yang sistem transaksinya berbasis Virtual (non tunai) yang digunakan oleh warga binaan di dalam lingkungan Lapas Cikarang.

Masih menurut Kadek, keuntungan dan manfaat virtual account adalah Mendukung Program Bebas Peredaran Uang (BPU), Mencegah pungli dan penyalahgunaan uang tunai, Memudahkan  transaksi dan pendataan penjualan, Pengisian saldo dapat dilakukan oleh keluarga tanpa harus datang berkunjung,  Saldo hanya dapat digunakan oleh pemilik sendiri dan tidak dapat diambil oleh orang lain.

Selain Kantin Jempol, Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Cikarang juga sangat aktif memberikan bekal untuk kehidupan yang lebih baik dengan keberadaan berbagai kelompok kerja (pokja) seperti Pokja Pangkas Rambut, Jahit dan Laundry, Pokja Konveksi, Pokja Pertukangan, Perbengkelan, Pokja Tata Boga yang memproduksi Roti dengan Brand Lacika Bakery dengan motto agung "This is not just bread but a hop" yang maknanya "Ini bukan sekedar roti tetapi sebuah harapan" dimana di pokja tata boga juga memproduksi keripik singkong bermerek "Lacika Casava" juga gorengan dan siomay.

Pada awal tahun 2018 telah dilaksanakan proses penerimaan CPNS Kementerian Hukum dan HAM, dimana salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan petugas di seluruh Lapas di Indonesia termasuk
Lapas Cikarang sendiri yang mendapat penambahan petugas sebanyak 74 orang CPNS sehingga banyak terbantu untuk pengawasan, administrasi dan produksi BLK Lapas Cikarang utamanya, Industri Plastik dan Manufaktur yang sudah memiliki pelanggan berskala nasional, imbuh Kadek.

Diakhir informasinya Sang Kalapas ganteng berusia 38 tahun ini berharap bisa memberi bekal hidup yang lebih baik bagi warga binaan sehingga saat mereka bebas telah memiliki kemampuan untuk mandiri dan berdikari serta tidak salah jalan menjadi manusia yang patuh hukum yang senantiasa berbuat baik.
(Agus Suprapto Yusbiyadi)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply