» » GMBI: Tangkap Aktor Korupsi Islamic Center


INIKABAR.com , BEKASI – Ratusan massa Distrik Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Bekasi, bersama para santri dan ulama menggelar aksi demo di depan kantor DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (2/4/2018).
Dalam aksinya mereka meminta tritura (tiga tuntutan). Pertama, usut dugaan korup Islamic Centre, kedua, bangun Islamic Centre yang benar untuk umat muslim, dan ketiga, tolak pembangunan gedung Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi 16 lantai.
“Kami LSM GMBI dan segenap unsur masyarakat, unsur agama dan ulama Kabupaten Bekasi malu jamah haji dan umroh harus numpang di rumah tetangga terus,” kata Sekretaris Distrik GMBI Kabupaten Bekasi, Syamsudin.
Syamsudin mengatakan, masyarakat Kabupaten Bekasi meminta adanya sarana ibadah umat Islam (Islamic Center) yang terbengkalai sekian lama agar dibangun kembali.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi harus segera melanjutkan pembangunan mega proyek Islamic Center untuk kepentingan umat muslim Kabupaten Bekasi,” pinta dia.
Syamsudin menduga korupsi mega proyek Islamic Center dilakukan secara berjamaah dan berpotensi besar bakal menyeret oknum-oknum intelektual serta PNS yang pada gila jabatan. “Tangkap aktor korupsi Islamic Center,” tegasnya.
Syamsudin mengatakan, Islamic Center sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Bekasi. Oleh karena itu, jangan biarkan sarana ibadah umat Islam itu menjadi rumah hantu, sarang kecoa, sarang nyamuk dan LGBT. “Kembalikan uang rakyat dan usut tuntas aktor dibelakang kasus korupsinya,” kata Samsudin.
Ia menambahkan, dalam dua priode masa jabatan Neneng Hasanah Yasin sebagai Bupati Bekasi tidak bisa meneruskan pembangunan gedung Islamic Center yang saat ini terbengkalai.
Miris, ketika melihat APBD Kabupaten Bekasi terbesar tapi sarana ibadah masyarakat harus ke Kota Bekasi.
“Dia (Neneng Hasanah Yasin) sudah memimpin dua priode, penyerapan dari anggaran APBD paling besar, tapi masyarakat Kabupaten Bekasi sekian persen disengsarakan oleh jabatan yang gila-gilaan sehingga mengorbankan masyarakatnya yang berangkat umroh dan haji menumpang ke daerah lain,” tandasnya.
Syamsudin menegaskan, kepada anggota DPRD di masing-masing partai yang mewakili masyarakat Kabupaten Bekasi meminta kerjasama untuk lanjutkan pembangunan gedung Islamic Center, bagaimanpun sistem dan mekanismenya.
Terkait rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi yang akan membangun gedung pemkab 16 lantai, GMBI tegas menolak. “Tolak pembangunan 16 lantai gedung perkantoran Pemkab Bekasi pada Tahun Anggaran 2018, karena tidak berdampak untuk masyarakat dan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat,” ketusnya.
Menurut dia, rakyat Kabupaten Bekasi tak butuh gedung perkantoran pemkab 16 lantai. “Gedung Pemkab Bekasi masih sangat layak untuk dipergunakan, gedung pemkab yang saat ini sudah megah saja para PNS-nya malas ngantor, untuk siapa jika bangunan 16 lantai nanti diwujudkan,” tanya Syamsudin. (Dudun Hamidullah)

loading...

REDAKSI - www.inikabar.com - Blak Blakan

www.inikabar.com Media Informasi Dan Bisnis.Untuk kerjasama Publikasi,Press Release,Advertorial,Pasang Iklan silahkan hubungi via email ke inikabar@yahoo.co.id
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

SILAHKAN BERIKAN KOMENTAR ANDA