PDAM Tirta Rangga Subang Laporkan Aktivitas Galian C Dusun Cisusuh Desa/Kecamatan Cijambe ke DPRD

author photo

INIKABAR.com , JAWA BARAT - Akibat aktifitas galian C di sekitar sumber air PDAM Tirta Rangga wilayah Subang selatan, masyarakat wilayah Subang selatan mengeluh karena kondisi air untuk dikonsumsi dan kebutuhan dalam rumah tangga akhir-akhir ini airnya mengalami keruh.

Laporan PDAM Tirta Rangga, sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat sekitar lokasi sumber air PDAM dan aktifitas galian C, kemu dian oleh pihak PDAM dilakukan pengecekan, apapun alasannya penyebab air PDAM keruh, itu adalah karena adanya aktifitas galian C, disekitar sumber air PDAM wilayah Subang selatan.  Hal ini dikatakan langsung oleh Dirut PDAM Tirta Rangga Subang, Suryana kepada Wartawan, saat di ruangan Ketua DPRD Subang, Rabu (2/5/2018).

“Hari ini kita dipanggil DPRD Subang untuk menjelaskan kenapa air keruh, lalu kita paparkan. Memang aktivitas galian sangat berpengaruh terhadap kualitas air,” kata Dirut PDAM, Suryana.

Menurut keterangan Dirut PDAM Tirta Rangga, Suryana, kondisi air di mata air Cibulakan yang terlatak di Kampung Cisusuh Desa/Kecamatan Cijambe, Subang sejak tahun 1996 masih jernih karena tidak ada aktivitas galian, terus pada tahun 1998,1999 dan 2000 mulai terjadi air keruh. Setelah diselidiki ternyata penyebabnya adalah aktivitas tambang.

“Iya, dulu ada galian batu yang dilakukan oleh warga, setelah kita larang mereka berhenti, syaratnya mereka menyuruh kita membeli tanah disana. Lalu kita beli sekitar 5 heltar tanah mereka,” katanya.

Kemudian setelah tanah dibeli, sampai tahun 2010 air disana jernih. namun mulai tahun 2013 mata air kembali terganggu karena aktivitas galian kembali dilakukan oleh warga sekitar. “Warga menggali lagi, ada aktivitas galian batu diradius 300  meter. Kita himbau supaya mata air disana dijaga,” katanya.

Selanjutnya kini warga tidak mau menjual tanahnya ke PDAM Tirta Rangga dan aktivitas galian C tetap berlanjut. kemudian PDAM mengatur aktivitas galian yang dilakukan oleh warga disana supaya galian itu  tidak meng ganggu kondisi air.

“Saat ini kedalaman tambah hanya 1 meter. tidak terasa sekitar 2016 hujan bsar turun lagi, kemudian menyebabkan air keruh. Ternyta sekarang tidak hanya warga, tapi ada aktivitas galian yang besar. Akibatnya sampai saat ini jika turun hujan air selalu keruh,” ungkapnya..

Kendati kemudian setelah kemarin air paling keruh terjadi dan PDAM banyak menerima keluhan dari masyarakat, diketahui setelah diperiksa ternyata salauran milik PDAM yang dijaga sejak puluhan tahun hancur. 

“Saat ini disana ada galian lebih dari 5 meter kebawah ditiga lokasi sekitar mata air. Karena PDAM tidak berwenang untuk melarang, makannya kita sampaikan ke DPRD,” tuturnya.

Selain itu, Suryana juga menambahkan, saat ini untuk mata air milik PDAM yakni mata air Cileuley yang berada di Pasirkareumbi, Kecamatan Subang terjaga dengan baik, kondisi air jernih karena tidak terganggu aktivita galian.

Ketua DPRD Subang Beni Rudiono mengatakan, awalnya dirinya menerima sejumlah laporan dan keluhan dari sejumlah warga yang kecewa dengan kondisi air yang keruh dan mati mendadak.

“Atas dasar itu kita panggil pihak PDAM hari ini, nah setelah kita mendengarkan penjelasan mereka, ternyata saya kesal juga, ini ada galian yang menjadi penyebab air keruh,” katanya.

Kendati demikian untuk persoalan yang dise babkan oleh aktivitas galian ini, pihak DPRD akan segera turun tangan untuk segera meng ecek ke lokasi. Sehingga pemerintah bisa segera bersikap.

“Kalau soal air sering mati itu masalah teknis yang bisa diselesaikan oleh PDAM, nah kalau soal dampak dari galian itu kita yang turun. Jangan sampai kepentingan umum dikalahkan oleh kepentingan pengusha, kita dengan komisi III akan kelokasi untuk segera bersikap. Jika tidak berizin kita tutup,” pungkasnya. 
(Deny Suhendar)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement