Breaking News

Restu Speri Matande: Berjuang Menebar Kasih

Ket foto: Restu Spery Matande bersama Istri
Laporan : Adi Putra

INIKABAR.com - BATULICIN-KALSEL
(23/03/2019). Baginya, Politik adalah alat untuk menebarkan kebijaksanaan. Karena itu setiap orang wajib terlibat dalam politik. Agar nilai-nilai kebajikan dapat disebar-luaskan menjadi kasih sesama anak manusia.

Itulah yang dipegang teguh oleh Restu Speri Matande, Pengusaha Onderdil yang terjuan ke gelanggang politik melalui Partai Hanura di Pemilu 2019. " ini panggilan jiwa, sebelumnya saya tidak pernah berpikir untuk menjadi anggota dewan", bukanya saat diwawancarai INIKABAR.com pada hari Jumat (22/03) di sela-sela kegiatan sosialisasi yang gencar ia lakukan.

Menurutnya, diawal ia sempat skeptis terhadap politik. Apalagi ditengah rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap politik yang diakibatkan oleh banyaknya prilaku korupsi yang dilakukan oknum politisi. " tapi hanura membuka mata hati saya, jika kita membiarkan politik diisi orang yang tidak baik maka politik tidak akan mendatangkan kebaikan", jelasnya.

" menebar kasih, itu spirit yang saya bawa sehingga berani terjun gelanggang pertarungan (pemilu, red)", jelasnya lagi.

Ia menyadari bahwa tanpa dukungan finansial yang besar, sepertinya mustahil dapat melenggang ke kursi dewan. Namun ia meyakini bahwa money politik bukan satu-satunya jalan. " hati nurani rakyat tidak bisa dibeli dan saya yakin masih banyak orang-orang baik yang menginginkan perubahan di negeri ini", tegasnya.

Strategi yang ia jalankan adalah turun langsung menemui masyarakat. Bukan membawakan mereka setumpuk visi misi yang sudah usang, tapi datang menyapa dan menanyakan apa yang harus diperjuangkan oleh seorang anggota Dewan. " dari pintu ke pintu, saya kunjung keluarga, kerabat dan teman-teman. Menyapa dan meminta dukungan", terangnya lagi.

" dari berbagai kunjungan itulah saya makin meyakini bahwa uang bukan segala-galanya dan saya makin yakin suara rakyat adalah suara tuhan, suara yang menuntun agar kita bersama menebar kasih", pungkas berapi-api.