Breaking News

Seorang Pawang Ular Tewas Oleh Hewan Buruannya di Sukabumi


INIKABAR.com ,  JAWA BARAT - Seorang Pawang ular tewas oleh hewan buruannya,disepetak sawah diKampung Cibeureum, RT02 RW06, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum,Kota Sukabumi  Korban ditemukan dengan kondisi terdapat bekas luka Patukan ular ditubuh bagian dada sebelah kiri dan kanan.Selasa (26/3/2019)

Takdir memang tidak bisa di pungkiri,begitu pula dengan nasib seorang pawang ular yang bernama Wawan Setiawan (49), warga Kampung Cimahpar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Almarhum ditemukan oleh warga yang hendak pergi berkebun dalam kondisi tidak bernyawa akibat bisa (racun) mematikan dari serangan seekor ular buruannya dengan keadaan terjongkok dan lengan menjulur kesebuah lubang.

Korban dilaporkan kepada kami oleh seorang warga pagi hari pukul 07:00 WIB. Kami langsung membawa Almarhum ke Rumah sakit Bunut untuk dilakukan pemeriksaan supaya bisa diketahui penyebab kematiannya,kata Kanit Reskrim,Polsek Cibeureum, Ipda Yiyi Sukmahikayat, berdasarkan pemeriksaan,awal pihak kepolisian serta hasil dari kesaksian keluarga Wawan,diduga Almarhum meninggal karena di patuk ular berbisa, karena selain berprofesi sebagai buruh bangunan korban juga merupakan seorang pencari ular.ucapnya

"Menurut keluarga korban,Wawan juga merupakan seorang pencari ular,mungkin Wawan mengalami kecelakaan saat sedang bekerja,selain itu saat Wawan saat ditemukan kondisinya sedang jongkok dan posisi tangan menjulur kesebuah lubang yang diduga merupakan sarang ular,"ujarnya

Hal itu dibenarkan oleh staff forensik rumah sakit Bunut, Andri Kurniawan, menjelaskan berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh pihaknya, di temukan luka di bagian dada sebelah kiri dan kanan pada tubuh Almarhum.

"Luka tersebut seperti bekas Patukan ular sebesar ujung jarum. Yang menyebabkan terdapat celah yang mengantarkan racun masuk ke tubuh Wawan melalui sel darahnya dan menyerang organ vital tubuhnya sehingga menyebabkan kematian,"ungkapnya

Menurut Andri, waktu kematian korban diperkirakan belum berlangsung lama, karena kondisi mayat masih utuh dan tidak tercium bau busuk, diperkirakan baru  beberapa jam karena belum ada perubahan yang drastis dari kondisi fisik korban,perubahanya berupa pembiasan saja,"pungkasnya.
Reporter: Ois
| BACA JUGA YANG LAINNYA |