Breaking News

Tim Gabungan Razia Pedagang Kaki Lima Tipiring



INIKABAR.com , JAWA BARAT - Tim gabungan Razia para pedagang yang melanggar larangan berjualan difasilitas umum. Dalam Razia tersebut para pedagang yang terjaring langsung di berikan tindak pidana ringan (Tipiring) berupa denda selasa.19/3.

Kabid Penegak Perda Satpol PP Kota Sukabumi,Ajat Sudrajat mengatakan, Kegiatan tersebut merupakan operasi gabungan antara TNI,POLRI,Kominda, Kejaksaan, Pengadilan dan Satpol PP, razia tersebut berhubungan dengan Perda no 10 thn 2013, tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima serta Pasal 26 ayat 1 terkait larangan berjualan di tempat fasilitas umum,atau tempat bukan peruntukannya.

Dalam operasi tersebut sebanyak belasan terjaring dalam operasi ini, kebanyakan pelanggaran yang mereka lakukan adalah menempati fasilitas umum berupa badan jalan dan trotoar dalam berjualan,
dalam operasi kali ini para pedagang yang melanggar diberikan tindak pidana ringan (Tipiring) berupa denda yang harus dibayarkan oleh pelanggar melalui sidang ditempat oleh pihak pengadilan.
Sanksi denda yang di berikan berkisar antara Rp 30-50 ribu yang diputuskan langsung oleh hakim melalui sidang,ungkapnya

Sanksi denda yang diberikan akan berlipat jika tergantung dari berapa kali pedagang melakukan pelanggaran,jika kedapatan sudah dua kali melanggar maka dendanya bertambah menjadi dua kali lipat,sampai tiga kali batas pelanggaran.namun jika sudah tiga kali melakukan pelanggaran maka akan diberikan sanksi berupa penahanan barang bukti untuk memberikan efek jera bagi PKL yang membandel, paparnya.

Ajat mengungkapkan,bahwa operasi serupa akan dilaksanakan lagi dalam beberapa pekan kedepan untuk lebih memaksimalkan pengembalian fasilitas umum kepada fungsi awalnya.

"Bulan April kita akan melakukan kegiatan operasi kembali dengan menunggu Hakim dan Jaksa dan Kegiatan akan dilaksanakan pada siang hari,karena pelanggaran diduga banyak dilakukan saat siang menjelang sore, mudah-mudahan cuaca bisa mendukung, sehingga operasi bisa dilakukan secara maksimal, pungkasnya.Reporter: Ois