Breaking News

Komnas Anak,BRIPKA JAM PELAKU KEKERASAN TERHADAP ANAK DI BASEL TERANCAM PIDANA 15 TAHUN PENJARA



INIKABAR.com , JAKARTA - 23/07/19 :  Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menegaskan, bersesuaian dengan UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perindungsn anak dan UU RI No. 39 Tahin 1999 tentang Hak Asasi Msnusia (HAM) junto Konvensi International PBB tentang Hak Anak,  Bripka JAM anggota Polsek Air Gegas Bangka Selatan, Bangka Belitung yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap seorang bocah laki-laki berinisial DP (9) warga Jalan Gang Asem Dusun Air Gadung Barat,  Desa Gadung,  Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung terancam dengan Pidana kurungan telah melakukan tindak kekerasan terhadap anak disertai dengan penganiayaan terancam pidana kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan saksi berupa pemecatan dari profesinya sebagai Polisi.

Aksi kekerasan disertai dengan penganiayaan yang dilakukan Bripka JAM  itu terjadi pada Rabu 17 Juli  sekitar pukul 15.45 WIB di Taman Pendidikan Al-qur'an TPA Al- Istiqomah Unit 001 Jalan AMD Perumnas Guru Toboali.

Akibat dari  kejadian itu,  DP saat ini merasa ketakutan, trauma, dan sakit saat mau minum dan makan.

Kekerasaan disertai penganiayaan dilakukan Bripka JAM   selepas sholat ashar dimana Bripka JAM  tiba-tiba langsung masuk ke ruangan kelas Umar Bin Khattab tanpa permisi dan mengucapkan salam.  Saat itu DP selaku korban bersama anak-anak lainnya sedang mengaji atau membaca al-quran tanpa basa basi oknum angota Polri  itu langsung menyeret DP hingga keluar kelas.  Oknum Polisi itu kemudian menyeret DP dari dalam ruangan hingga keluar dan dibawa ke belakang kelas.  Saat kejadian itu DP masih memegang Alquran.  Ucapan yang keluar dari mulut DP saat diseret oleh Bripka JAM, korban menyeruhkan kata-kata "ampun,  ampun,  ampun Pak dengan  tangannya tetap memegang Alquran dan sembari bertahan memegang kaki-kaki kursi saat di seret oknum Polisi itu. 

Kejadian itu bermula setelah sebelumnya Bripka menerima kabar bahwa anak perempuannya yang juga sama-sama dengan DP belajar di TPA Al- Istiqomah diganggu oleh DP sehingga hal itulah yang memicu Bripka JAM naik pitam yang berujung dengan aksi kekerasan disertai dengan penganiayaan terhadap DP. Akibat dari kejadian itu DP saat ini menderia trauma, sakit dileher karena dicekik serta korban saat ini merasa ketakutan dan merasa sakit saat mau minum dan makan.  Tidak terima atas perlakuan Bripka JAM orangtua Korban  berinisial S kemudian melaporkan pelaku ke Polisi dan saat ini kasusnya sedang ditangani oleh Propam Polda Bangka Belitung.

Atas peristiwa ini, Komnas Perlindungan Anak mendesak Polda Bangka Belitung (Babel) untuk memberilan atensi terhadap kasus kekerasan. Jika Bripka HAM  terbukti bersalah telah melakukan kekerasan disertai dengan tindak pidana penganiayaan,  Polda Babel segera  memberikan saksi yang setimpal dan menyerahkan proses pidananya kepada penegak hukum,   demikian disampaikan Arist.(Arist Merdeka Sirait)