Breaking News

Komnas Anak,WASPADAI, MENINGKATNYA KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DILINGKUNGAN SEKOLAH DI DENPASAR BALI



INIKABAR.com , BALI -  23/07, Komnas Anak  : Kejahatan Seksual yang diduga dilakukan seorang guru SD berinisial M (54) terhadap mantan siswinya  sebut saja K (12) di Denpasar,  Bali terancam pidana penjara minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun jika pihak kepolisian menjeratnya dengan ketentuan UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 mengenai penerapan Perpu NO. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Jika M terduga predator itu benar dan terbukti telah melakukan tindak pidana  kejahatan seksual terhadap siswinya, penyelesaian hukumnya harus adil dan mempertimbangkan kepentingan terbaik korban dan menghindari penggunaan pendekatan "damai". dengan iming-iming ganti rugi uang.

"Tidak ada kata damai terhadap penyelesaian tindak pidana kejahatan seksual terhadap anak,  karena tindak pidana kejahatan seksual terhadap anak merupakan  kejahatan luar biasa (extraordinary crime), setara dengan tindak pidana khusus seperti tindak pidana narkoba, terorisme dan korupsi yang dapat diancam pidana seumur hidup, oleh karena itulah  untuk penyelesaian dugaan kejahatan seksual yang dilakukan  M yang berprofesi sebagai seorang pendidik dilakukan penanganan  hukumnya juga harus luar biasa," demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dari Studio Komnas Anak TV dibilangan Pasar Rebo, Jakarta Timur Selasa 23/07.

Arist menambahkan,  untuk keadilan bagi korban dan memulihkan ketakutan para siswa dan orangtua murid atas peristiwa itu, Komnas Perlindungan Anak mendorong Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Tingkat Kecamatan dan Kadis Pendidikan Denpasar untuk segera memberhentikan M dan menyerahkan kepada Polisi untuk menanggungjawabi perbuatannya.

Mengingat kejahatan seksual merupakan kejahatan tersembunyi dan pelakunya umum adalah orang terdekat korban, dengan demikian, tidaklah berlebihan jika Komnas Perlindungan Anak mengajak masyarakat Bali khususnya di Denpasar untuk mewaspadai meningkatnya kasus-kasus Kekerasan terhadap anak dilingkungan   sekolah atau lembaga pendidikan yang sudah menjadi ancaman, demikian Arist mengingatkan publik Bali.(Arist Merdeka Sirait)