Breaking News

Waduh! Massa LSM Aksi Geruduk Kantor Kejari Subang


INIKABAR.com , JAWA BARAT - Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang di Geru duk Puluhan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Anti Korupsi Seluruh Indonesia (AKSI) Kabupaten Subang, untuk melakukan gelar Aksi unjuk rasa (Unras) dihalaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Jln. Mayjen Sutoyo No. 3 Kelurahan Karanganyar Kecamatan/ Kabupaten Subang, Selasa (15/10/2019).

Dalam aksi tersebut, massa LSM AKSI, yang di Pimpin oleh Warlan dan juga sebagai koordinator lapangan (Korlap) akai Unras,  meminta Kejaksaan Negeri Subang, agar segera menuntaskan beberapa kasus yang sedang ditanggani salah satu diantaranya yakni BPR Syariah terkait kasus dana gotong royong, Perjalanan Dinas DPRD Subang yang secara administrasinya oleh Sekwan DPRD Subang, CSR Bank Bjb yang digunakan pembangunan fisik, taman di Alun-alun Subang dan lain sebagainya, hingga kini masih mengendap dan belum tuntas.

Selanjutnya Warlan juga memin ta  Kejaksaan untuk menghabisi semua korupror-koruptor yang ada di Subang dan selain itu juga warlan menanyakan mengenai hasil penyelidikan-penyelidikan yang di lakukan Kejaksaan Negeri Subang.

Menurut kordinator lapangan (Korlap) aksi Unras, Warlan, ada beberapa kasus yang ada di Kejaksaan Negri Subang meng endap belum terselesaikan dengan jelas. 

“Ya...Banyak kasus yang ngendap hingga kini belum tuntas. Kajari harus tegas, bila perlu habisin koruptor-koruptor di Subang itu, jangan tebang pilih” tegasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subang, M. Ihsan, SH, didam pingi Kasi Pidsus, Faisal SH dan Kasi Intel, Iyus SH, menyambut nya dengan tanggap atas kedatangan massa LSM AKSI, yang diwarnai penuh keakraban, semua tuntutan yang dilontar kan lewat aksi massa tersebut semuanya dijawab cukup adaftis dan dapat dipahami semua pihak karena dalam galian kasus itu tak segampang membalikan telapak tangan semuanya akan terselesaikan, namun perlu diingat hal ini ada protap dan tahapannya bukan berarti tebang pilih, tentunya ada tahap penyelidikan dan juga penyidikan. 

Selain itu perlu pemahaman bersama jangan keberpihakan dan salah tanggap, mengenai penyelidikan terkait beberapa tuntutan di lontarkan rekan-rekan dari LSM AKSI, itu menyangkut kaitan keperdataan dan tatausaha negara, tidak serta merta itu langsung tuduh korupsi karena jelas tahapannya harus di jalankan dan tugas penyelidik harus jeli dan tanggap terhadap persoalan tersebut.

Selanjutnya setelah berkas hasil penyelidikan dan penyidikan  lengkap akurat dan bisa diper tanggungjawabkan baru kita melangkah berkoordinasi dengan BPK dan BPKP untuk kelengkapan berkas sebagai alat bukti. Saat ini Kejaksaan Negeri Subang fokuskan BPR Syariah karena jelas ada perbuatan untuk melawan hukum.

“Ya kita akui benar ada beberapa kasus diantaranya perjalan Dinas DPRD ada kerugian negara sebesar Rp 600 juta dan ada itekad baik akan mengemba likan kerugian itu, kemudian BPR Syariah memang ada perbuatan untuk melawan hukum, dan kita fokus  sekarang ini akan mene tapkan tersangkanya, serta KPUD yang sekarang masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. ( Deny Suhendar)
| BACA JUGA YANG LAINNYA |