Breaking News

UPT Puskesmas Sukaraja Memperingati Hari Santri Nasional 2020 dan Lokmin Garut Jawa Barat

 


INIKABAR.com , JAWA BARAT - UPT Puskesmas Sukaraja melaksanakan lokmin dan mempringati hari Santri Nasional tahun 2020 bertempat di halaman Puskesmas Sukaraja Jln Warung Peutey Desa Sukaraja Kecamatan Banyuresmi Garut Jawa Barat. Selasa, 22/10/2020.

Kepala Puskesmas Hj. Enung Sulastri, S.Kep.Ners, Menyampaikan terkait pelaksanaan memperingati hari santiri nasional 2020 dan Lokmin (Loka karya mini) tri wulan secara rutinitas dilaksanakan secara bersaman merupakan momentum yang sangat tepat, Ucapnya. 

Sebelumnya kami mendapatkan himbauan dari Bapak Camat untuk mempringati hari santri nasional harus dilaksanakan di setiap UPT, kami beserta staf mengadakan diskusi dulu Bagaimana baiknya untuk pelaksanaan memperingati hari santri nasional, dengan tema santri sehat Indonesia kuat. Tuturnya

Tahun kemarin kami sudah biasa memperingati hari santri nasional dipondok pesantren, karena kami dengan Pesantren sudah melaksanakan MoU jauh-jauh hari dengan pondok pesantren dalam segi kesehatan jadi tidak susah lagi bagi kami untuk mengadakan kegiatan-kegiatan di momentum hari santri, Ujarnya. 

Oleh karena itu kami berharap perlu ada kerjasamanya dengan semua sektor terutama dari dukungan forkopimcam dukungan dari semua yang ada di wilayah kerja kecamatan Banyuresmi dan peran Pemerintah Desa diwilayah kerja Puskesmas Sukaraja. Ke depan setelah adanya pemaparan semua masalah-masalah yang masih ada di Puskesmas Sukaraja dapat diselesaikan. Paparnya

Kami ingin mendapat dukungan secara nasehat atau secara moril untuk membantu mengentaskan permasalahan-permasalahan yang ada di Puskesmas Sukaraja terutama yang paling susah itu tentang permasalahan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi dan Balita  (AKBB). 

Tahun ini mudah-mudahan sampai ke depan tidak ada lagi angka kematian ibu dan anak, karena masih ada angka kematian bayi sebanyak 4 orang walaupun meninggalnya bukan di  Puskesmas Sukaraja, Tegasnya.

Untuk antisipasi hal itu kedepan rencana adanya posyandu remaja adalah salah satu dari program PKPR di sana untuk pembentukan posyandu remaja, secara simbolis pemberian tablet tambah darah pada remaja. Tablet tambah darah diberikan kepada remaja putra dan putri yang ada di wilayah Puskesmas Sukaraja dengan tujuan supaya terhindar dari angka kekurangan darah atau disebut anemia. Kalau remaja-remaja tidak mengidap sakit anemia Insya Allah untuk kedepan diharpkan menuju berkeluarga jadi sehat.

Karena penyebabnya dari anemia pada remaja diakibatkan dari kebiasaan makan tidak teratur, pola hidup, makan pedas atau yang lain-lainnya menyebabkan penyakit anemia bisa juga akibatnya dari kekurangan gizi, makanan tidak sehat, dan makanan yang kotor. Maka dari itu remaja yang berpola hidup sehat maka Indonesia akan kuat begitu pun bila berkeluarga nantinya akan sehat. Ujarnya.

Salah satu bidan kordinator desa Ida Wasilah, S.Tr. Keb. Menjelaskan terkait adanya kehamilan beresiko tinggi kematian bayi dan anak itu rata-rata diakibatkan pernikahan diusia dini dibawah 17 tahun (belum kuatnya reproduksi), kurangnya pemahaman tentang kehamilan yang sehat, dan kurangnya nutrisi giji, dan  juga hamil diusia tua, Ucapnya.

Oleh karena itu untuk mengurangi kehamilan resiko tinggi bagi remaja sebaiknya menikah diusia 20 - 21 Tahun, dan juga mengikuti program keluarga berencana yang baik sesuai program KB, dengan tujuan untuk mengatur kehamilan yang sehat sehingga dapat meminimalisir angka kematian ibu dan anak di Indonesia, Pungkasnya.

Dalam acara tersebut tutur hadir Camat Banyuremi H. Jujun Juhaha,  S.Sos, M.Si, Danramil 1110/ Banyuresmi Kapten INF. Enjang Santana, Kapolsek Banyuresmi Kompol Drs. H. Krisna Irawan, M.Si, Ketua MUI Nandang, S.Ag. Pimpinan  Ponpes At-Takwin KH.Asep Nurohman, Pimpinan Ponpes Nurrohman KH. Safei, S.Ag,  Kepala Desa Sukalaksana, Desa Sukaraja, Desa Sukakarya. Dan tiga puluh tiga Staff Puskesmas Sukaraja.

|| BACA JUGA YANG LAINNYA ||