Breaking News

Pemohon AK1 Dinaskertran Kabupaten Sukabumi dibatasi sampai 200 Pemohon Perhari Dan Wajib Patuhi Prokes Covid- 19

 


INIKABAR.com , SUKABUMI - Era digital memberi banyak pengaruh dan perubahan di semua sektor tak kecuali ketenagakerjaan, termasuk pada mekanisme pelayanan penempatan tenaga kerja. Saat ini sebagian besar pelaku industri maupun Kementerian serta BUMN telah beralih dari cara manual ke sistem daring (online) untuk melakukan perekrutan pegawainya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 39 Tahun 2016 tentang Penempatan Tenaga Kerja, mekanisme pelaksanaannya diawali dengan pencari kerja datang ke kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk mendapatkan kartu tanda bukti pendaftaran pencari kerja AK1 (dulu disebut kartu kuning). Proses untuk memperoleh kartu AK1 ini dilakukan oleh petugas yang memangku jabatan sebagai pengantar kerja.


Disnaker Kabupaten Sukabumi melalui Staf Pelaksana Seksi Pelayanan Antar Kerja Dalam dan Luar Negeri Indra Santika Muhtar SAP saat ditemui beritaekspos.com di ruang kerjanya, Selasa (22/6/2021), mengungkapkan, kartu AK1 adalah kartu tanda pencari kerja yang sering disebut pula dengan kartu kuning. Kartu ini dikeluarkan oleh lembaga pemerintah, Dinas Ketenagakerjaan atau Disnaker, yang dibuat dengan tujuan untuk pendataan para pencari kerja. Dan kartu AK1 dibuat di daerah kabupaten masing-masing pencari kerja.

BACA JUGA YANG LAINNYA