Breaking News

Jajaran Satres Narkoba Polres Subang, Ungkap 14 Kasus Penyalahgunaan Narkoba Dan Berhasil Bekuk 18 Pelaku


INIKABAR.com , SUBANG. -  Jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Subang, sejak Bulan Agustus hingga bulan September  2021, telah berhasil mengungkap 14 kasus penyalahgunaan narkoba dan berhasil membekuk 18 pelaku.

Menurut Kapolres Subang AKBP Sumarni, S.Ik, SH. MH, bahwa keberhasilan Jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Subang, dalam mengungkap 14 kasus penyalahgunaan narkoba tersebut hingga berhasil membekuk 18 pelaku itu, jejak prosesnya dari mulai bulan Agustus sampai september 2021, dengan tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar dibeberapa titik dan modus yang dilakukan para pelaku berbagai macam.

"TKP untuk peredaran Narkoba yang terbesar di Kabupaten Subang,  tersebar di beberapa titik di 8 (delapan) Kecamatan diantaranya yakni  Kecamatan Pamanukan, Cikaum, Cibogo, Ciasem, Patokbeusi, Subang, Pagaden, dan Pusakanegara.” Kata Kapolres Subang AKBP, Sumarni kepada wartawan saat acara jumpa pers di Makopolres Subang, Rabu (15/9/21).

Barang bukti yang berhasil di Pegang dan diamankan Jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Subang diantaranya yakni berupa sabu-sabu 1,2 ons, Ganja 2,5 ons, hexymer 909 butir, tramadol 30 butir, bong 4 buau, pipet kaca 5 buah, korek api dan plastik klip.

“Modusnya para pelaku berbagai macam, diantaranya ada yang home industri, transfer, diarahkan via HP, diberikan peta, ditempel fitempat tertentu, bahkan ada transaksi langsung dan via kurir atau jasa ekspedisi dan kasus ini belum di limpahkan ke kejaksaan,kini ke 18 orang tersangka masih meringkuk di Sel Mapolres Subang,” ungkap Kapolres..

Sementara Para pelaku karena berbagai macam modusnya, maka ancaman terhadap hukumanya disesuaikan  diantaranya yakni pasal 114 Ayat (1) dan Ayat (2) Jo pasal 112 ayat (1) dan ayat(2) Undang- undang RI 35 tahun 2009 tentang Narkotika ( Sabu) pasal114 ayat (1) dan ayat (2) Jo pasal 111 ayat (1) Undang- Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (Ganja) kemudian Pasal 198 ayat (2) dan (3) Undang- undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (Sediaan Farmasi (Dengan ancaman kurungan 8 tahun sampai hukuman Mati denda Rp.1 Miliar.(Deny Suhendar)

BACA JUGA YANG LAINNYA