close

Aktivitas PT JAP Ditengarai Tuai Masalah, Dispertan Subang, Stop Sementara Untuk Perbaikan Jalan

 

INIKABAR.com , SUBANG. - Menyikapi soal proyek pembangunan akses jalan Cipeundeuy - Serangpanjang, sepanjang 8 kilometer, yang dikerjakan PT JAP (Jalupang Anugrah Panimuan), di area tanah HGU PTPN VII dalam pelaksanaanya dikerjakan kurang lebih sudah mencapai 300 meter, ditengarai menuai masalah.

Pasalnya dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan tertuang dalam MoU Tripartit antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang dengan PTPN) VIII dan juda PT JAP, untuk ukuran lebar jalan 20 meter tersebut, namun dalam pelaksanaanya yang dikerjakan PT JAP itu melebihi ukurannya berpariasi kisaran 25 hingga 35 meter, sepanjang 300 meter termasuk juga jalan untuk kendaraan truk angkut sampah ke tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Jalupang, jadi terhambat karena selain banyak truk akut tanah merah juga jalan jadi rusak.

Perlu diketahui kelibatan Dinas Pertanian dan perkebunan, poksinya selain mengurus surat perijinan dan lainya kepada Direktorat Kehutanan dan Perkebunan juga sebagai penyelia atau pasilitator guna mendorong terwujudnya Program Pemkab Subang, untuk membuat terobosan jalan baru dengan membangunan akses jalan Cipeundeuy - Serangpanjang. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Kadispertan) Kabupaten Subang Nenden, menyangkut persoalan tanah HGU PTPN VIII yang dalam pelaksanaanya terjadi adanya kejanggalan ukuran lebar jalan dari ketentuan yang telah disepakati bersama (MoU Tripartit) dan juga terhambatnya Truk angkut sampah ke TPAS Jalupang karena banyaknya Dam Truk angkut tanah merah yang juga berakibat patal jalan tersebut jadi rusak. 

Kadispertan Subang Nenden juga menjelaskan bahwa  terjadinya kemacetan dan juga rusaknya jalan menuju TPAS Jalupang, akibat banyaknya Truk angkut tanah merah, namun  berdasarkan hasil cek di lapangan dan laporan serta teguran dari pihak PTPN VIII, ternyata Truk - Truk angkut Tanah merah itu bukan saja Truk PT JAP melainkan banyak pula Truk tanah merah luar JA yang melintas di jalan tersebut. 

"Sebelumnya juga saya mendapat teguran dari pihak PTPN VIII kenapa di lokasi arah TPAS ada Becko, itu atas izin siapa, jujur saya katakan  tidak tahu, dan itu urusan pihak PT JAP, namun karena penasaran saya coba cek ke lokasi tersebut, memang ada dan benar itu dari pihak JAP, lagi membuat area Koari untuk antisipasi adanya kemacetan arus jalan ke TPAS agar tidak menghambat Truk angkut sampah,"kata Kadispertan Subang Nenden kepada wartawan saat Auden dengan Tim PWI Kabupaten Subang di Ruang Kantor Dinas Pertanian Subang, Jln. Aipda KS. Tubun No.9 Kel. Cigadung Kecamatan - Kabupaten Subang Jabar, Selasa (22/6/22).

Menurutnya dalam MoU Tripartit tersebut, dalam pembangunan jalan terobosan baru Cipeundeuy - Serangpanjang, gayung bersambut bagi PT JAP salah satu Perusahaan yang bergerak di bidang Pertambangan, secara spontan siap menghibahkan tanah miliknya sebanyak 6 Ha untuk dijadikan jalan dan juga CSR berupa tenaga untuk pelaksanaan pebangun jalan salah satunya tanah HGU PTPN VIIi dan segala biaya lainya termasuk tanah tegakan biayanya ditanggung pihak PT JAP,  karena kedepan ada harapan lokasi tanah yang luas totalnya 50 Ha setelah diambil 6 Ha untuk dijadikan jalan lintas CIpeundeuy - Serangpanjang, akan dijadikan usaha tambang karena jalan tersebut sudah tembus langsung lokasi tambang.

Nenden juga menyampaikan selain menindak lanjuti jalanya perselisihan agar tak terjadi gagal paham pihak Pemkab Subang dan Jajaranya Dinas Pertanian, DLH dan PUPR serta dari Legislatif yang membidanginya mengambil lakah melakukan rapat khusus sekaligus mengundang langsung pihak PTPN VIII dan juga PT JAP, agar segala persoalan dapat segera terselesaikan.

"Aktivitas PT JAP untuk sementara waktu di hentikan/stop sebelum perbaikan jalan dapat terselesaikan, minimal seminggu karena saat ini sedang perbaikan jalan yang rusak akibat beban berat tonase Dam Truk yang melintas jalan tersebut," pungkasnya.

Kendati demikian untuk sementara berita ini terbit belum ada tanggapan dari pihak PT JAP termasuk pengelola galian tanah merah lainya dan itu akan menyusul kemudian. ( Deny Suhendar ).

Posting Komentar

0 Komentar
Silahkan tulis komentar,tolong jangan spam,semua komentar ditinjau oleh Admin

Top Post Ad

Below Post Ad