close

Dinilai Miliaran Rupiah, Obat - Obatan Kedaluarsa Numpuk Di UPTD Farmasi Dinkes Kabupaten Subang

 


INIKABAR.com , SUBANG. - Puluhan karung obat - obatan kedaluarsa dan rusak senilai Rp 1,8 miliar, menumpuk di depan Gudang Gedung UPTD Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.

Kepala TU UPTD Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Nina, menjelaskan bahwa obat-obatan terebut merupakan drop dari Dinkes Provinsi Jawa Barat, dalam bahasa senderhananya, bahwa obat pemberian Dinkes Provinsi Jawa Barat.

“Bisa dicek di gudang kita, ada banyak obat yang nilainya lebih dari 1,8 milyar rupiah yang rusak dan kadaluarsa, itu semua obat yang kami peroleh dari Dinkes Provinsi Jawa Barat,” kata Ka TU UPTD Farmasi Dinkes Kabupaten Subang, kepada awak media, Kamis (9/6/22). .
Nina juga menjelaskan bahwa obat-obatan tersebut, seharusnya sudah dimusnahkan pada 3 tahun lalu, namun belum juga dimusnahkan sebab tidak diberikan anggaran.

“Kita baru punya anggaran tahun ini, untuk pemusnahan berkisar sebesar Rp 200 juta," jelasnya. 

Menurutnya rencananya bulan Agustus mendatang obat-obatan itu akan dimusnahkan, namun jika melihat anggaran yang tersedia, itu tak akan semua obat yang kadaluarsa bisa dimusnahkan," ujarnya.

“Mengingat obat kadaluarsa itu masuk pada limbah B3 khusus, jadi pengelolaannya juga khusus, kita menggandeng pihak ke 3 yang sudah tersertifikasi untuk memusnahkannya, biayanya itu dihitung perkintal, sehingga dugaan saya, dengan anggaran Rp 200 juta itu tidak akan langsung bisa semua dimusnahkan, tidak akan cukup,” tambahnya.

Namun ironis, saat Nina ditanyai berapa jumlah obat-obatan yang kadaluarsa bisa dumasnahkan dengan biaya Rp200 juta, dirinya belum bisa menjelaskan, dengan alasannya rinciannya tidak pada dirinya.

“Kalau itu rinciannya dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak perusahaan yang akan memusnahkannya, saya gak pegang pak,” imbuhnya.

Selain itu Nina juga menegaskan jika pemusnahan obat-obatan tersebut akan dilakukan sampai dengan mendapatkan sertifikat pemusnahan, karena menurutnya aturan dari pemusnahan obat-obatan itu harus diakhiri dengan sertifikat pemusnahan.

“Sahingga nanti bisa diketahui masyarakat jika pemusnahan limbah obat-obatan ini sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Sejalan dengan hal ini, Nina juga memastikan, jika obat-obatan yang kadaluarsa dan rusak itu diperoleh bukan dari anggaran belanja daerah, melainkan dari anggaran belanja nasional, yang didistribusikan melalui Dinkes Provinsi Jawa Barat.

“Kalau anggaran belanja daerah tidak akan belanja obat sampai milyaran rupiah,” pungkasnya.

Puluhan karung obat - obatan kedaluarsa di gudang Kantor UPTD Farmasi Dinkes Kabupaten Subang. (Deny Suhendar)

Posting Komentar

0 Komentar
Silahkan tulis komentar,tolong jangan spam,semua komentar ditinjau oleh Admin

Top Post Ad

Below Post Ad