Ketua PWRI Kab. Sukabumi Angkat Bicara Terkait Jalan Propinsi Di Jampang Tengah Rusak Parah Perlu Perhatian Khusus

 

INIKABAR.com , SUKABUMI - Sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Sukabumi rusak Parah namun hingga kini masih Belum juga ada perbaikan, hal ini sungguh sangat di sayangkan karena Jalan merupakan penopang roda perekonomian masyarakat.

Hal ini menjadi sorotan Persatuan Wartawan Republik Indonesia PWRI Sukabumi ,  Salah satunya, ruas jalan dari Cikembar menuju Jampang tengah atau Bojonglopang melalui Pasar Pangleseran,kalau di biarkan  terus jalan tersebut, akan semakin banyak Korban apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini, yg paling banyak kendaraan roda dua  karena melihat kondisi jalan seperti sungai.

Kondisi jalan  kerusakannya cukup parah. Tak hanya rusak, jalan menyerupai sungai saat hujan deras turun, kendaraan sulit melintas dengan kondisi itu tentunya sangat menyulitkan para pengguna jalan dan tidak sedikit mengakibatkan kecelakaan,dan tidak sedikit memakan korban,Kamis,(15/12/2022)

Ketua DPC PWRI Kab.Sukabumi Lutfi Yahya menyoroti  soal prioritas perbaikan jalan provinsi, kenapa sampai sekarang masih belum ada realisasinya untuk perbaikan jalan. Padahal jalan propinsi ini adalah jalur yang sangat vital yang menghubungkan  Sukabumi selatan ke Utara ataupun sebaliknya,saya atas nama masyarakat menghimbau kepada unsur pemerintah ataupun Dinas terkait, baik itu pemerintah kabupaten maupun propinsi agar secepatnya merealisasikan perbaikan jalan tersebut, agar kami merasakan  kenyamanan juga  keselamatan,"tegasnya.

 Lebih lanjut dia menambahkan ada beberapa titik sepanjang Dua kilometer  utamanya di  Kp.Ciembe  Desa Padabenghar, dan Kp Ciarey Desa Sindangresmi Kec Jampang Tengah melihat jalan  sangat parah sekali apalagi sekarang musim hujan nggak bedanya  jalan seperti kali pindah ke jalan.
 
Lanjut dia sementara anggaran untuk pembangunan / perbaikan jalan tersebut itu ada,tinggal pemangku2 jabatan nya mau nggak memberikan perhatian khusus untuk memperperbaiki jalan tersebut," ucapnya.

Sementara di daerah tersebut juga banyak perusahaan tambang batu kapur, apakah mereka juga punya pertanggungjawaban  terhadap lingkungan juga pengelolaan nya, Apalagi saya sering melihat armada  mobilisasi angkutan hasil tambang tersebut.melebihi kapasitas sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada, ini di antaranya 
yang mengakibatkan jalan cepat ruksak, sementara hal berkaitan dengan penegakan aturan serta pengawasan nya lemah, kalau sudah kondisinya seperti ini masyarakatlah yg di rugikan," Pungkasnya. sumber : beritaekspos.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama